Senin, 16 Maret 2015

Musik Metal untuk Ibu Hamil?

Ternyata mendengarkan musik keras saat hamil tidak akan membahayakan kesehatan pendengaran bayi dalam janin.

Musik Metal untuk Ibu Hamil?Ilustrasi: seorang ibu hamil berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai kesehatan janinnya. (thinkstockphoto)
Rekomendasi ibu hamil untuk sering mendengarkan musik klasik pasti sudah sangat familiar bagi Anda.
Pasalnya, menurut sejumlah penelitian, musik klasik terbilang mujarab dalam menstimulasi perkembangan otak janin. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa umumnya jenis musik instrumental menyebabkan ibu hamil cepat bosan.
Beberapa waktu lalu CBS News menguak sejumlah mitos seputar kehamilan dengan melibatkan tiga orang ahli, Drs Yvonne Bohn, Allison Hill, dan Alane Park. Ketiganya bersama-sama menulis sebuah buku bertajuk The Mommy Doc's Ultimate Guide to Pregnancy and Birth.
Menurut Drs Yvonne Bohn, kandungan wanita memiliki jumlah air ketuban yang banyak dan cukup untuk meredam serta mengatur suara dari luar, agar terdengar oleh janin sesuai perkembangan indera pendengarnya.
Saat seorang ibu hamil memilih mendengarkan musik kencang dan keras seperti genre metal, bukan pendengaran bayi yang dikhawatirkan mengalami gangguan, tetapi telinga sang ibu. Sebab, musik yang diputar dengan keras tidak selamanya memiliki potensi untuk merusak pendengaran janin dalam kandungan.
"Bayangkan sebuah kolam renang. Saat Anda sedang menyelam dalam air, Anda bisa mendengar suara tetapi tidak sekencang dan sekeras jika kepala Anda berada di atas air. Kira-kira seperti itulah kondisi bayi dalam janin saat mendengar suara kencang dari luar," terang Dr Bohn.
Air ketuban dalam rahim ibu, kata Dr Bohn, berfungsi untuk melindungi janin dari segala pergerakan dan bunyi yang berasal dari luar tubuh sang ibu. 
(Agustina. Female, via tribunnews.com)

Menengok Spesifikasi Pesawat KT-1B Wong Bee

Kecelakaan 2 pesawat tim Aerobatik Jupiter TNI AU memiliki spesifikasi yang tak diragukan lagi

Menengok Spesifikasi Pesawat KT-1B Wong BeeKecelakaan Jupiter Aerobatic Team TNI Angkatan Udara saat latihan di Malaysia, Minggu (15/3). (Mastok Noeryanto via Kompas.com)
Kecelakaan 2 pesawat tim Aerobatik Jupiter TNI AU di langit Langkawi, Malaysia (15/3). Keempat pilot pesawat selamat dan tidak ada korban meninggal dunia.
Tim Aerobatik Jupiter TNI AU tersebut melakukan gladi resik dalam rangka pameran dirgantara Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) Iyang akan diselenggarakan di Malaysia.
Pesawat yang digunakan tim Aerobatik Jupiter milik TNI AU ini adalah pesawat jenis KT-IB Wong Bee yang merupakan pesawat keluaran Korea Aerospace Industry (KAI) ini dirancang untuk pelatihan penerbangan manuver dan sistem kontrol komputer. Pesawat dengan kecepatan sekitar 648 kilometer per jam ini dapat menjelajahi area sejauh 1.700 kilometer. Dilengkapi oleh mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PT6A-62. Memiliki lebar 10,6 meter, tinggi 3,7 meter dan dimensi panjang 10,3 meter.
Pesawat yang pertama kali diterbangkan paada tahun 1991 ini diproduksi lebih dari 175 buah pesawat dengan ditafsir harga sebesar 7 juta USD.
(Winda Ayu Larasati, dari berbagai sumber)

Sensasi Masakan Mandailing

"Masakan Mandailing dari Sumatera Utara bagai polah bocah badung yang lucu menggemaskan."

Sensasi Masakan MandailingRendang itik khas Mandailing. (Lucky Pransisca, Kompas)
Masakan Mandailing dari Sumatera Utara bagai polah bocah badung yang lucu menggemaskan. Ada sentilan pahit yang mengintip, getir menggelitik seperti soda, hingga kedalaman rasa gurih yang akrab.
Aroma sedap meroyak hingga seluruh sudut di Pantry Magic, sebuah toko perlengkapan masak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Rahung Nasution—yang pada kartu nama menyebut dirinya sebagai "pseudo-chef" alias "chef" gadungan—mengaduk perlahan masakan racikannya dalam belanga baja tahan karat di atas kompor.
Asap tipis membubung dari sela-sela potongan montok bebek muda yang berlumuran bumbu kental kecoklatan. Duh....
Kelas masak rutin di Pantry Magic kali ini bertema masakan Mandailing. Sebelumnya, Rahung menjelaskan beberapa hal mengenai masakan Mandailing pada sembilan peserta yang hadir pagi itu, baik orang Indonesia maupun warga ekspatriat.
Masakan Mandailing mengenal kompleksitas bumbu seperti umumnya masakan dari daratan Sumatera. "Masakan Mandailing juga dipengaruhi oleh masakan Minangkabau dan Melayu," kata Rahung, yang berasal dari Sayurmatinggi, Batang Angkola, Tapanuli Selatan. Hanya saja, ada beberapa kekhasan serta bahan bumbu yang dikenal dari masakan Mandailing dan suku-suku lain di Sumatera Utara, seperti Batak Toba. Mandailing atau Batak Mandailing sendiri merupakan suku yang berasal dari kawasan yang kini mewujud jadi beberapa kabupaten selain Mandailing Natal.
Pagi itu, Rahung dibantu Astrid Enricka akan memasak lima menu, dua di antaranya sambal. Kelimanya adalah rendang itik, gulai ikan asap, sayur tauco, sambal ikan teri joruk, dan sambal tuktuk umbut rotan.
Menu rendang bebek menggunakan bebek muda yang satu ekornya berbobot 0,7-1 kilogram. Racikan bumbu yang digunakan serupa dengan bumbu kari dasar. Hanya saja, racikan rendang ala Mandailing ini disusupi rempah istimewa, yakni andaliman segar.
Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) ini wujudnya semacam lada dan masih satu keluarga dengan jeruk-jerukan. Ketika digerus begitu saja di dalam mulut akan terbit rasa seperti sitrus yang lalu disusul sengatan serupa soda yang menggigit-gigit tepian dan ujung lidah selama sekitar sepuluh menit. Belum lagi deraan rasa kebas dan kelu yang tertinggal di rongga mulut.
Namun percayalah, ketika si "merica batak" ini bersenyawa dalam masakan, ia memberi kontribusi rasa yang jauh lebih menyenangkan. "Di Jakarta, andaliman bisa dibeli misalnya di Pasar Tebet (Jakarta Selatan)," ungkap Astrid.
Rahung juga menggunakan ombu-ombu atau kerisik kelapa. Bahan ini adalah kelapa parut yang disangrai hingga keluar minyak kemudian digiling atau diblender. Bahan ini menambah kedalaman cita rasa gurih dari rendang.
Dalam waktu sekitar satu jam, rondang itik pun sudah siap disantap. Bumbu kecoklatan tua dan kental mengikat potongan-potongan bebek dengan sempurna. Bahkan tanpa meninggalkan residu minyak berlebih yang mengganggu.
(Sari Febriane, via: tribunnews.com)

Sering Gigiti Kuku Pertanda Orang yang Perfeksionis

Studi: Kebiasaan menggigiti kuku tidak berarti orang tersebut mengalami OCD, tapi merupakan orang yang perfeksionis.

Sering Gigiti Kuku Pertanda Orang yang PerfeksionisIlustrasi: Peralatan manikur (Thinkstockphoto)
Sebuah studi baru dari University of Montreal menduga bahwa perilaku kompulsif seperti menggigiti kuku menunjukkan bahwa anda adalah seseorang yang perfeksionis.
Studi ini diterbitkan di jurnal online “Journal of Behaviour Therapy and Experimental Psychiatry” edisi Maret.
“Kami percaya bahwa individu yang sering melakukan kebiasaan ini adalah orang yang perfeksionis, yang artinya mereka susah untuk merasa tenang dan sukar melakukan tugas pada fase normal,” jelas Dr. Kieron O’Connor, seorang profesor psikiatri di universitas tersebut, yang juga memimpin penelitian ini. “itu artinya mereka juga rentan untuk mengalami frustasi, sering merasa tidak sabar dan tidak puas ketika tujuan mereka tidak tercapai. Mereka juga mudah mengalami kebosanan.”
Namun, kebiasaan menggigiti kuku tersebut juga bisa berdampak positif karena dapat menjadi suatu stimulasi untuk meredakan emosi. Jika kebiasaan itu sukar dihentikan, kebiasaan itu akan menjadi habit disorder atau gangguan yang tidak menyehatkan. Seorang aktris, Olivia Munn, menceritakan tentang gangguan trichotillomania yang ia alami, yaitu suatu gangguan mental yang ditandai dengan kedipan mata yang terlalu sering.
Gangguan tersebut dapat diobati  dengan dua cara: dengan pengobatan perilaku dengan mengganti kebiasaan tersebut, atau dengan pendekatan lain yang fokus kepada faktor tersembunyi yang menimbulkan ketegangan tensi tersebut.
(Sumber: Huffington Post)

Jumat, 13 Maret 2015

Kenali Sepuluh Ilmuwan Terbaik Indonesia

Di tengah kelesuan riset, tetap ada banyak ilmuwan Indonesia yang mencatat prestasi.

Kenali Sepuluh Ilmuwan Terbaik IndonesiaIlustrasi riset. (Thinkstockphoto)
Dunia penelitian Indonesia memang belum semaju di Eropa, Jepang, atau bahkan India dan Tiongkok. Namun, di tengah kelesuan riset, tetap ada banyak ilmuwan Indonesia yang mencatat prestasi.
Webometrics mencoba menyusun daftar ilmuwan Indonesia paling unggul. Lembaga itu mengoleksi data pada Februari 2015, melihat ratusan nama ilmuwan yang bekerja di Indonesia, publikasi, serta kutipan hasil penelitiannya berdasarkan Google Scholar Citation.
Ada hampir 500 nama yang masuk daftar tersebut. Mereka menggeluti berbagai bidang, mulai dari biologi, geologi, hingga fisika partikel. Berikut nama-nama yang masuk daftar 10 ilmuwan terbaik Indonesia versi Webometrics:
1. Suharyo Sumowidagdo
Suharyo Sumowidagdo ialah ilmuwan yang menggeluti fisika partikel eksperimental. Dia meraih gelar doktor dari Florida State University dan pernah tergabung sebagai anggota tim peneliti di Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN). Di sana, Suharyo ikut memecahkan misteri tentang Higgs boson atau "partikel tuhan". Kini, Suharyo menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
2. Hairiah Kurniatun
Hairiah Kurniatun merupakan profesor dalam bidang biologi tanah dan ekologi akar. Dia tergabung sebagai pengajar di Universitas Brawijaya, Malang, dan peneliti International Center for Agroforestry (ICRAF). Penelitiannya mencakup hilangnya karbon setelah alih fungsi lahan hingga stok karbon di kebun skala rumah tangga.
3. Suryadi Ismadji
Suryadi Ismadji adalah pengajar di Universitas Katolik Widya Mandala. Konsentrasinya adalah teknik kimia, utamanya absorbsi dan penanganan air limbah. Salah satu topik risetnya adalah mineral clay untuk menangani logam berat. Dia menerbitkan buku Clay Material for Environmental Remediation.
4. Ferry Iskandar
Ferry Iskandar merupakan dosen di Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia menekuni fisika material elektronika. Ferry meraih "Outstanding Intellectual Property Awards" dalam bidang sains dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta Habibie Awards dalam kategori Science dari Habibie Center.
5. Azyumardi Azra
Azyumardi Azra adalah pengajar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Dia dikenal sebagai ahli sejarah, sosial, dan intelektual Muslim. Tahun 2010, Azyumardi meraih gelar "Commander of the Order of British Empire", gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris. Dia menulis beberapa buku, di antaranya Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas, dan Aktor Sejarah yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama sertaThe Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Networks of Middle Eastern and Malay-Indonesian? Ulama in the Seventeenth and Eighteenth Centuries terbitan Columbia University.
6. Danny Hilman Natawidjaja
Danny Hilman Natawidjaja merupakan geolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dia berperan besar dalam mengungkap patahan-patahan penyebab gempa di wilayah Sumatera serta potensi gempa di wilayah tersebut pada masa depan. Salah satu yang berhasil diungkapnya adalah sumber gempa besar Sumatera pada tahun 1797 dan 1833. Hasil penelitiannya terbit di berbagai jurnal internasional, seperti Journal of Geophysical Research dan Science.
7. Djoko Iskandar
Djoko Iskandar merupakan ahli amfibi dan reptil dari ITB yang diakui dunia. Dia menemukan beragam spesies baru reptil dan amfibi unik, seperti cicak batik dan katak berkepala pipih. Penemuan terbarunya cukup mengejutkan dunia, yaitu katak yang bereproduksi secara ovovivipar, melahirkan kecebong.
8. RM Rizki dari Universitas Malikusaleh
9. Terry Mart
Terry Mart merupakan pengajar fisika di Universitas Indonesia. Dia menekuni fisika partikel teoretis. Meraih gelar doktor dari Universitaet Mainz, Jerman, dia memublikasikan beragam makalah penelitian di jurnal fisika internasional seperti Physical Review. Salah satu publikasi terakhirnya adalah tentang proton. Dia menantang dogma fisika dengan menyatakan bahwa proton tidak identik satu sama lain.
10. R Dwi Susanto
R Dwi Susanto tercatat sebagai pengajar di Surya University dan University of Maryland di Amerika Serikat. Bidang yang digelutinya adalah kelautan. Penelitiannya mencakup arus laut di Selat Makassar hingga wilayah yang berpotensi untuk pembangkit listrik tenaga arus laut.
Dalam daftar ilmuwan terbaik yang disusun Webometrics, dimasukkan pula ilmuwan dari luar negeri yang berkarya di Indonesia. Daftar 10 besar yang disusun di atas mengecualikan nama-nama tersebut.
Webometrics menyatakan, daftar itu masih versi BETA. Webometrics mengungkapkan, masih ada gap dan mungkin kesalahan. Mereka menanti masukan.
(Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com)

Liger, Zebroid, dan Beruang Grizzly-Kutub Adalah Tiga Dari Sekian Banyak Hewan Hibrida

Selain liger, percampuran hewan lainnya ada dari beruang, dan juga zebra.

Liger, Zebroid, dan Beruang Grizzly-Kutub Adalah Tiga Dari Sekian Banyak Hewan HibridaKiara, si bayi persilangan hasil ibu keturunan singa-harimau (liger) dan ayah singa. Meski dianggap keajaiban, persilangan seperti ini mengancam konservasi singa dan harimau. (Kebun Binatang Novosibirsk/National Geographic News)
Anda pernah mendengar istilah 'liger'? Liger adalah perkawinan campur antara singa jantan dengan harimau betina, menghasilkan seekor hewan berbadan belang dan rambut lebat (bayangkan harimau beramput singa jantan, atau singa jantan dengan tubuh harimau.) Liger diketahui sebagai kucing terbesar dari keluarga kucing besar, pertumbuhannya adalah gabungan dari ukuran singa dan harimau.
Tahukah Anda bahwa ternyata liger sudah ada sejak zaman dahulu? Liger diketahui sebagai hewan steril, namun teori ini dipatahkan pada tahun 1953, ketika seekor liger berumur 15 tahun berhasil dikawinkan dengan singa jantan. Anaknya bertahan hidup hingga dewasa, namun dengan kondisi kesehatan yang memprihatinkan.
Untuk saat ini, liger hanya bisa ditemukan di penangkaran. Tetapi Anda bisa berkunjung ke Jungle Island, Miami. Di sana terdapat seekor liger bernama Hercules. Ia mendapatkan Rekor Dunia dari Guinness atas kucing terbesar yang pernah ada, berbobot 410 kilogram. Ia juga sehat dan diharapkan berumur panjang.
Selain liger, ada pula percampuran hewan lainnya, seperti zebroid, percampuran antara zebra jantan dengan hewan betina dari keluarga Equidae (kuda). Hibrida seperti zebroid belum pernah ada secara alami, dan banyak zebroid lahir berwujud pendek dan hampir tidak subur.
Banyak hewan yang termasuk dalam kelompok zebroid, seperti zorse (zebra dengan kuda), zonkey (zebra dengan keledai), dan zoni (zebra dengan kuda poni). Zebroid biasanya lebih membawa karakterisitik sang ibu, dengan corak belang-belang sang bapak. Namun, corak belang ini tidak menutupi seluruh bagian tubuhnya, dan biasanya terbatas hingga kaki.
Satu lagi percampuran hewan adalah beruang grizzly-kutub. Seperti namanya, hewan ini adalah percampuran beruang grizzly dengan beruang kutub.
Keberadaannya terlihat di penangkaran, namun pernah ditemukan juga pada tahun 1964.
Beruang grizzly-kutub adalah percampuran yang subur, bahkan ada jabar mengenai generasi kedua hibrida beruang tersebut yang ditembak di Pulau Victoria. Setelah menjalankan tes DNA, diputuskan bahwa ibu sang hibrida adalah beruang grizzly-kutub dan ayahnya beruang grizzly.
Percampuran hewan yang lain pun ada blood parrot cichlid, campuran ikan cichlid Midas dengan cichlid Redhead atau cichlid Red devil. Ada pula dzo (yak dengan sapi), cama (unta dengan llama), coywolf (coyote dengan serigala), kucing Savannah (kucing domestik dengan kucing African Serval), wholphin (paus pembunuh dengan lumba-lumba hidung botol), dan lebah pembunuh (lebah Tanzania dengan lebah Brasil).
(Monika Dhita Adiati, sumber: listverse.com/2011/05/02/top-10-hybrid-animals/)

Tips Menjadi Fotografer Andal ala Jonathan Foust

Praktik langsung adalah proses pembelajaran paling nyata yang dapat dilakukan dalam kiat-kiat mengembangkan bakat fotografi. Berikut beberapa tipsnya.

Tips Menjadi Fotografer Andal ala Jonathan FoustFotografer lain bernama Christophe Vasselin mengambil gambar ketika Christophe Courteau diserang oleh Akarevure (Christophe Courteau/ Caters News via Daily Mail)
Foto bisa jadi suatu cara yang hebat untuk berbagi pengalaman. Jonathan Foust, instruktur meditasi terkenal di dunia dan mantan presiden pusat yoga terbesar di Amerika Utara, Kripalu, sempat berkarir dalam fotografi untuk Rockford Register Star di Illinois, Amerika Serikat.
Jonathan bagaikan fotografer andal yang mampu mengambil foto-foto hebat. Berikut tipsnya, menurut pengalaman Jonathan sendiri.
1. Perhatikan lingkungan sekitar
Salah satu caranya adalah dengan menantang diri untuk membatasi pengambilan foto. Jika Anda terbiasa mengambil 10 hingga ratusan foto sehari, batasilah menjadi tiga atau bahkan satu foto sehari, dan rutin lakukan ini selama 30 hari atau lebih.
2. Ceritakan sesuatu
Tanyakan pada diri Anda, apa yang Anda inginkan ketika mengambil gambar?
Bagi Jonathan, foto yang bagus adalah foto yang menceritakan sesuatu. "Ini membantu saya menjalin hubungan dengan dunia di sekitar saya," katanya. Daripada gemar mengambil selfie, cobalah untuk menjadi self(less)ie. Jangan hanya fokus pada diri kita, tapi fokus pada sekitar kita. Jonathan menggambarkan konsep self(less)ie ini sebagai saat untuk mengapresiasikan dan membagikan suatu momen.
3. Keanggunan
"Ada keanggunan yang tak terduga ketika saya melewatkan sebuah momen," kata Jonathan. Ketika Anda menyaksikan momen yang hebat, jangan buang waktu barang sedetik pun. Bisa saja momen ini tak akan terjadi untuk yang kedua kalinya seumur hidup Anda dan Anda berakhir menyesalinya.
4. Lanjutkan
Jonathan bersyukur ia dapat membawa serta kameranya untuk mengabadikan momen-momen menakjubkan yang senantiasa terjadi dalam arus pengalaman yang tiada henti. Namun, ia mengakui, terkadang lebih baik meletakkan kameranya dan menikmati momen tersebut begitu saja. Ketika bepergian atau di rumah, cobalah untuk menikmati momen-momen tertentu dan berlatih untuk melihat dari sisi yang berbeda.
(Jared Gottlieb, intelligenttravel.nationalgeographic.com)