Jumat, 13 Maret 2015

Tiga Astronot NASA Kembali ke Bumi

Trio NASA kembali ke bumi setelah enam bulan di antariksa.

Tiga Astronot NASA Kembali ke BumiBarry Willmore, astronot NASA, mendarat di Kazakhstan, kamis (12/3) lalu. (Nasa Space Flight)
Kamis (12/3) lalu astronot NASA Barry Willmore, bersama rekan penerbangan lainnya Alexander Samokutyaev dan Elena Serova mendarat di bumi setelah enam bulan mengudara di International Space Station (ISS).
Mereka mendarat di padang rumput di Kazakhstan pada Kamis pagi.
Willmore, Serova, dan Samokutyaev adalah tim yang diberangkatkan untuk Ekspedisi 41 yang diusung ISS, sejak September tahun lalu. Meski ekspedisi tersebut seharusnya hanya berjalan dua bulan hingga November, Willmore memerintahkan untuk menyambung perjalanan mereka dengan melakukan Ekspedisi 42.
Kepulangan mereka ke bumi menandai berakhirnya perjalanan 167 hari di antariksa, dengan total jarak yang ditempuk sejauh 71 juta mil.
Mereka menggunakan kapsul Soyuz TMA-14M untuk pulang.
Sebelumnya, untuk persiapan kembali ke bumi dengan aman, kru Soyuz TMA-14M mengenakan seragam luncur mereka, menutup lubang palka yang memisahkan Orbital Module (BO) dan Descent Module (SA) dan masuk ke dalam kapsul Kazbek di dalam SA.
Selepas peluncuran mereka dari stasiun ISS, trio astronot tersebut menikmati tiga jam penerbangan bebas mereka di luar angkasa. Setelah itu, proses pembakaran deorbit (deorbit burn) yang terjadi selama empat menit 41 detik di atmosfer, mengurangi kecepatan pesawat Soyuz hingga aman untuk pendaratan di bumi.
(Sumber: nasaspaceflight.com)

ISIS Klaim Kebenaran Remaja Australia Bunuh Diri di Irak

Propaganda ISIS sangat berpengaruh terhadap anak-anak muda di negara-negara Barat.
ISIS Klaim Kebenaran Remaja Australia Bunuh Diri di IrakJake Bilardi, seorang remaja Australia berumur 18 tahun yang melakukan serangan bom bunuh diri di Irak. Foto ini didapat dari video propaganda ISIS. (VOA Indonesia)
Dalam propaganda yang diterbitkan online, kelompok ISIS mengklaim menggunakan orang-orang dari Australia, Belgia, Suriah dan Uzbekistan dalam serangkaian serangan bunuh diri yang terkoordinasi di Ramadi.
Sebuah foto menunjukkan orang yang mirip Jake Bilardi, remaja Australia berusia 18 tahun, duduk di belakang kemudi sebuah mobil van putih. Bilardi meninggalkan rumahnya di kota Melbourne bulan Agustus lalu dan berangkat ke Timur Tengah.
Para pejabat mengatakan Bilardi sempat menarik perhatian pihak keamanan dan telah dicabut paspornya bulan Oktober. Tetapi saat itu ia sudah terlanjur berada di zona konflik karena sudah direkrut oleh militan ISIS.
Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan laporan tentang kematian remaja itu di Irak menunjukkan propaganda ISIS bisa berpengaruh sangat besar terhadap orang muda dan rentan di negara-negara Barat.
“Berbagai laporan ini masih belum terkonfirmasi. Ini adalah situasi yang jelas mengerikan dan menunjukkan kuatnya rayuan organisasi militan ini bagi orang-orang muda yang mudah terpengaruh. Sangat penting bahwa kita melakukan segala hal guna melindungi orang-orang muda dari rayuan ideologi yang ekstrem dan asing ini,” kata Abbott.
Sejumlah laporan di Australia mengindikasikan bahwa remaja asal Melbourne itu meninggalkan alat-alat peledak di rumah keluarganya. Sebuah blog yang tampaknya ditulis Bilardi berisi ancaman untuk melakukan aksi teror di Australia. Blog itu sudah dicabut dari Internet.
Pihak berwenang di Canberra menolak mengkonfirmasi laporan-laporan itu. Tahun lalu, pemerintah mengesahkan UU yang mempermudah pihak keamanan untuk mencabut paspor orang-orang yang diduga terlibat aksi ekstremis. UU itu juga melarang warga Australia mengunjungi sejumlah lokasi konflik di luar negeri.
Minggu lalu, dua remaja laki-laki bersaudara dicegat di bandara Sydney karena diduga hendak bergabung dengan ISIS. Mereka lalu dipulangkan ke orangtua mereka.
Australia memperkirakan sekitar 90 warganya ikut bertempur dengan kelompok-kelompok militan di Timur Tengah.
(Phil Mercer, via: voaindonesia.com)

Alat Penabur Garam Pertama di Dunia Buatan Indonesia

Console Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) seri pertama buatan Koharmatau disempurnakan lagi pada seri kedua, sehingga cara pakainya makin memudahkan operator.

Alat Penabur Garam Pertama di Dunia Buatan IndonesiaProses produksi aerosol ketika air hujan menyentuh tanah. (Dok. MIT/Youngsoo Joung)
Alat penabur garam hujan buatan ini menjadi yang pertama di dunia, sekaligus bukti keunggulan rekayasa teknologi dalam negeri.
Tak perlu jauh-jauh mencari produk ke luar negeri. Serahkan saja kepada instansi di dalam negeri yang mempunyai kemampuan melakukan rekayasa teknologi seperti Divisi Engineering Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau) di Bandung. Bekerja sama dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Koharmatau mampu mendesain alat penabur garam hujan buatan yang disebut Console TMC.
Produk Console TMC Seri I berhasil dibuat Koharmatau hanya dalam tempo tiga bulan dan diluncurkan pada Januari 2014. Alat ini berhasil memecahkan persoalan membuat hujan buatan yang dihadapi selama 20 tahun dimana proses penaburan bubuk garam NaCl atau CaCl2 dari pesawat dilakukan dengan metode konvensional “lempar karung” melalui pintu samping pesawat. Akibat-akibat buruk dari proses ini, pesawat mengalami korosi akut karena turbulensi bubuk garam yang disemai berbalik ke dalam kabin.
Cara kedua, kabin pesawat ditutupi dengan kain terpal untuk mencegah menyelipnya bubuk-buku garam berukuran mikron (super fine powder) ke bagian kabin. Garam dituangkan secara manual dari karung yang dirobek melalui corong ke pintu samping pesawat. Hal ini pun ternyata tidak efektif. Bubuk garam masih beterbangan di dalam kabin selain juga dibutuhkan upaya yang keras dengan mengerahkan banyak personel mulai dari proses loading garam ke pesawat hingga pembersihan pesawat setelah itu. Hal ini sangat membutuhkan waktu lama mengingat garam yang diangkut jumlahnya hitungan ton. Hasil evaluasi menyatakan, untuk satu kali proses hujan buatan saja komponen pesawat terancam korosi walau sudah dibersihkan.
Cara ketiga, inilah pemecahan masalah yang terbukti jitu. Koharmatau melalui Divisi Engineering merancang dan membuat Console TMC. Console TMC Seri I yang telah dibuat Koharmatau telah terbukti ampuh digunakan selam 250 jam per Juli lalu dan saat ini masih digunakan di Pekanbaru.
Beberapa penyempurnaan
Sukses dengan konsol pertama, Koharmatau tak mau berdiam diri. Proses penyempurnaan dilakukan untuk konsol kedua. “Kebetulan permintaan alatnya ada, dan BPPT mau mencarikan anggarannya. Akhirnya kami buat Console TMC Seri II dalam waktu hanya dua minggu. BPPT dan BNPB memang masih memerlukan tambahan Console TMC untuk melengkapi konsol yang pertama agar proses pencegahan kebakaran hutan bisa dilaksanakan lebih luas,” ujar Komandan Koharmatau Marsda TNI Sumarno.
Awal Juli lalu proses uji statis dan uji dinamis Console TMC II dilaksanakan selama dua hari oleh Koharmatau dan BPPT di Depohar 10 Bandung menggunakan C-130 Herculesnomor A-1321 dari Skadron Udara 31. Uji penyemaian garam dilaksanakan di wilayah udara Cianjur pada ketinggian 10.000 kaki dengan kecepatan 180 knot.
(Roni Sontani/angkasa.co.id)

Studi: Racun Laba-Laba sebagai Penghilang Sakit

Racun laba-laba memiliki ribuan protein yang dapat dimanfaatkan sebagai obat penghilang rasa sakit.

Studi: Racun Laba-Laba sebagai Penghilang SakitBritish Journal of Pharmacology: ada beberapa senyawa dalam racun laba-laba yang menghalangi sinyal sakit menuju ke otak. (thinkstockphoto)
Laba-laba, tamu tak diundang di banyak rumah, dapat memiliki reputasi baru, yaitu sebagai sumber penghilang rasa sakit.
Racun laba-laba mengandung ribuan protein, diantaranya beberapa molekul berguna yang suatu hari dapat dibuat menjadi obat penghilang rasa sakit yang sangat ampuh.
Produk-produk semacam itu dapat sangat membantu jutaan penderita sakit kronis yang tidak mempan obat biasa. Di Amerika Serikat saja, biaya sakit kronis diperkirakan melebihi US$600 miliar per tahun akibat produktivitas yang hilang dan biaya medis, lebih tinggi daripada biaya untuk kanker, penyakit jantung dan stroke jika digabungkan.
Laba-laba tampaknya bukan obat penawar sakit. Banyak dari protein dalam racun mereka mengaktifkan jalur sakit, menyebabkan kelumpuhan dan kejang otot bagi mangsa laba-laba. Dan pada manusia, gigitan laba-laba bisa sangat menyakitkan.
Namun para peneliti di Lembaga Biosains Molekuler di University of Queensland, Australia, yang menganalisis racun 206 spesies laba-laba, mengidentifikasi tujuh senyawa diantara ribuan dalam sampel-sampel racun yang sebenarnya menghalangi sinyal-sinyal sakit mencapai otak. Penemuanmereka diterbitkan dalam British Journal of Pharmacology.
"Jika kita dapat mengambil racun-racun itu yang dapat menghalangi kanal-kanal tersebut dan mengubahnya menjadi obat, maka orang-orang tidak akan merasakan stimulasi dari syaraf-syaraf yang biasanya menyebabkan rasa sakit, " ujar Julie Garb, seorang peneliti laba-laba di departemen biologi University of Massachusetts di Lowell, yang tidak terlibat dalam penelitian di Australia.
Diperkirakan ada sembilan juta protein dalam racun 45.000 spesies laba-laba di dunia. Hanya sedikit sekali, 0,01 persen, dari peptida itu yang sejauh ini telah diselidiki untuk aktivitas biologinya, menurut Garb.
"Namun mungkin hanya ada satu komponen yang memiliki dampak medis positif dan berguna, jadi mereka mencoba mengisolasi dengan tepat apa itu," ujarnya.
"Jadi jika kita tahu secara tepat apa itu, maka kita dapat memproduksinya sebagai obat."
Para ilmuwan Australia menyarankan bahwa teknik yang mereka gunakan untuk menyaring racun laba-laba dapat digunakan untuk menguji senyawa-senyawa lain, mengidentifikasi racun-racun yang berguna untuk dapat digunakan membuat obat baru.
(Jessica Berman, via: voaindonesia.com)

Ketahui Penyebab Penyakit Ginjal Kronis

Menerapkan pola hidup sehat mencegah kerusakan ginjal.

Ketahui Penyebab Penyakit Ginjal KronisSetiap orang bisa memiliki ginjal yang sehat dan berfungsi baik hingga usia tua. (Thinkstock, ilustrasi)
Penyakit ginjal kronis kini semakin banyak diderita masyarakat. Survei Perhimpunan Nefrologi Indonesia menunjukkan, 12,5 persen dari populasi mengalami penyakit ini. Hipertensi dan diabetes diketahui menjadi pemicunya.

Awalnya, kerusakan ginjal tidak bergejala sehingga tak langsung diobati. Padahal, gangguan ginjal bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal, dan di tahap lanjut membutuhkan cuci darah (dialisis).

Menurut paparan Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr. Dhameizar, Sp.PD-KGH, jumlah pasien dari hasil cuci darah (dialisis) akibat PGK kebanyakan dipicu oleh hipertensi dan diabetes.

“Jumlah pasien yang menjalani dialisis akibat hipertensi dan diabetes mencapai 60 persen,” kata Dhameizar dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2015: ‘Ginjal Sehat untuk Semua’ di Kuningan, Jakarta (12/3). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia yang jatuh tiap hari Kamis minggu kedua bulan Maret.

Meskipun masih ada faktor lain yang bisa memicu PGK pada seseorang, namun Dhmeizar menuturkan dua penyakit ini bisa menjadi gejala klinis penyakit ginjal. Tak hanya itu, adanya batu ginjal dalam saluran kemih turut memicu penyakit tersebut.

Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) DR. dr. Parlindungan Siregar, SP. PD-KGH menjelaskan penyakit ginjal kronis kerap disebut sebagai ‘the silent disease’. 

“Penyakit ini baru diketahui orang kebanyakan sudah mencapai stadium 3-4, pasien heran saat disuruh cuci darah karena tidak tahu sudah terkena penyakit ginjal sebelumnya,” terang Parlindungan.

PGK dikenal sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Apabila sudah mengidap gangguan ginjal kronis, penderita tidak bisa kembali ke kondisi semula. Kerusakan akan terus berjalan dari stadium satu hingga stadium lima (akhir).

“Jangan sampai orang yang berisiko kena PGK, yakni yang memiliki diabetes, batu ginjal, atau hipertensi masuk ke dalam tahap awal.  Kalau sudah masuk stadium 1, sudah tidak bisa disembuhkan dan (pengobatan) itu hanya bisa memperlambat prosesnya,” tegas Dhamaizar.

Sampai tahun 2012, pasien yang mengalami PGK stadium akhir sudah mencapai 100.000 pasien. Penyakit ini membutuhkan biaya amat tinggi, terutama untuk biaya cuci darah atau transplantasi ginjal. Karenanya, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Menjaga kondisi ginjal bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Kebiasaan yang memicu kondisi diabetes dan hipertensi perlu diwaspadai.

“Kita harus menjaga tubuh tetap bugar dan sehat, memonitor kadar gula darah rutin (bila ada genetik diabetes melitus), memonitor tekanan darah (bila ada potensi hipertensi), mencegah kegemukan atau obesitas, menjaga asupan air, menghindari rokok, menghindari konsumsi obat penghilang nyeri otot dan sendi, memonitor fungsi ginjal secara teratur bila ada faktor risiko,” kata Parlindungan.

Dharmaizar menambahkan, menjaga kesehatan ginjal bisa dilakukan pula dengan cukup meminum air, banyak mengonsumsi makanan berserat, dan mengurangi lemak.
(Purwandini Sakti Pratiwi, via kompas.com)

Diet Juga Berhasil pada Anjing

Tidak hanya manusia yang bisa menjalani proses diet dan berhasil mengurangi berkilo-kilo berat tubuhnya. Anjing di Ohio, AS, ini juga berhasil diet.

Diet Juga Berhasil pada AnjingFoto Dennis, anjing berjenis Dachshund, sebelum dan sesudah menjalani diet. (BBC Indonesia)
Seekor anjing jenis Dachshund yang berkaki pendek dan berbadan panjang di Ohio, Amerika Serikat, berhasil melakukan diet setelah mengalami kegemukan.
Berat badannya turun 75% setelah pemilik barunya menerapkan diet ketat dan melatihnya berolah raga secara rutin.
Saat diadopsi oleh Brooke Burton dua tahun lalu dari kerabatnya, anjing itu mengkonsumsi jenis makanan apapun, termasuk junk food.
Dahulu berat badannya lebih dari 50kg, dan setelah mengikuti program diet, anjing bernama Dennis itu kini beratnya sekitar 5kg.
Dalam perjalanannya, anjing berusia enam tahun itu berhasil melewati program diet dan olah raga rutin serta operasi kecil untuk menghilangkan kelebihan kulitnya.
Dimuat sebuah situs internet, dua foto Dennis -saat mengalami obesitas dan setelah diet- telah dikunjungi banyak orang.
Perhatian bukan makanan
Menurut Burton, sebelum dilatih olah raga dan dikenai larangan mengkonsumsi "makanan sampah", Dennis selalu tersengal setiap melangkah.
Tetapi menurutnya, sang anjing terlihat tertekan saat mengikuti program tersebut.
"Awalnya dia seperti sangat tertekan. Dia merasa tidak nyaman," ungkap Burton, mahasiswa keperawatan, kepada Kantor berita Associated Press.
"Dia tak memiliki masalah kepribadian. Setelah beratnya kembali normal, kebiasaannya memerintah muncul... Dia ingin bermain dengan semua orang," jelasnya.
Dr Kathleen Ham, ahli bedah hewan yang berhasil menghilangkan kelebihan kulit Dennis, mengatakan, kisah ini dapat menginspirasi sekaligus peringatan kepada pemilik hewan yang memiliki masalah obesitas.
Menurutnya, yang dibutuhkan hewan peliharaan bukanlah makanan yang berlebihan, tetapi kasih sayang dan perhatian. "Memberi makanan yang berlebihan itu bukan berarti bentuk cinta," katanya.
(bbc.co.uk/indonesia)

Gunung Berapi di Tonga Meletus, Pulau Baru Muncul

Setelah sebuah gunung berapi bawah laut di Tonga meletus pada Desember 2014 lalu, terbentuk pulau sepanjang 500 meter.

Gunung Berapi di Tonga Meletus, Pulau Baru MunculPulau sepanjang 500 meter terbentuk setelah gunung berapi di bawahnya meletus empat bulan lalu. (BBC Indonesia)
Sebuah pulau baru telah terbentuk di Lautan Pasifik bagian Selatan setelah letusan gunung berapi bawah laut di Tonga.
Pulau yang muncul dari permukaan laut itu terletak sekitar 45km dari Ibu kota Tonga, Nuku'alofa.
Terbentuk akibat dari letusan gunung berapi Hunga Tonga pada Desember 2014 lalu, panjang pulau tersebut mencapai 500meter.
Gunung berapi, yang nama panjangnya Hunga Tonga-Hunga Ha'apai, meletus lima kali pada Desember tahun lalu.
Sebuah gambar video menunjukkan gunung berapi itu masih menyemburkan gumpalan asap dan dari dalam laut.
Citra satelit yang diambil beberapa hari setelah letusan menunjukkan adanya formasi batuan yang baru.
Gambar satelit lainnya menunjukkan sebuah pulau terbentuk dengan kehadiran kawah berukuran besar di tengahnya.
Lokasi laut di Tonga sebelum ...Lokasi laut di Tonga sebelum terjadinya letusan gunung berapi di bawah laut. (BBC Indonesia)
Lokasi pulau baru yang ...Lokasi pulau baru yang terbentuk setelah terjadi letusan. (BBC Indonesia)
Seorang ahli mengatakan, pulau baru itu kemungkinan "sangat tidak stabil" dan berbahaya untuk dikunjungi.
Tetapi seorang warga Tonga melakukan perjalanan ke pulau tersebut dan mengabadikannya.
Gianpiero Orbassano, pemilik sebuah hotel di Tonga, melakukan perjalanan ke pulau tersebut bersama dua temannya dan berencana akan mendatangi lagi pulau tersebut secepatnya.
"Terasa sunyi sekali berada di atas pulau tersebut," katanya.
"Rasanya cukup aman. Hanya satu kesulitannya yaitu saat turun dari perahu dan menjejakkan kaki ke pulau ini, karena terasa panas. Dan bisa menguras keringat saat mendaki ke atas pulau ini di siang bolong," ungkap Orbassano.
(BBC Indonesia)