Kamis, 19 Februari 2015

Neng-nong, Tuk-tuk, Tong-tong

Setiap hewan ternak di Dompu punya identitas masing-masing.
Neng-nong, Tuk-tuk, Tong-tongGerombolan sapi menikmati rumpul di Desa Pancasila, Dompu. Sapi ini dipasangi lonceng sebagai tanda milik. Setiap gerombolan sapi memiliki lonceng yang berbeda. (Dhanny Pratama)
Dari sekian banyak hal, salah satu yang menarik perhatian Tim Selatan Ekspedisi 200 Tahun Gelegar Tambora adalah tentang hewan-hewan ternak.
Karena sumber daya alam yang melimpah, hewan-hewan ternak besar seperti kerbau, sapi, kuda, dan kambing biasanya dilepas begitu saja di alam liar, tidak dikandangkan. "Lagi pula di sini aman, tidak akan ada yang mencuri [hewan-hewan itu]," kata Pak Man, supir sekaligus pemandu kami.
Nah, untuk membedakan kepemilikan, tiap kelompok hewan tersebut diberi kalung dengan bunyi yang berbeda. Beda pemilik, beda pula kalung yang disematkan kepada ternak-ternak itu. Maka, jangan heran jika suara yang keluar dari kalung kelompok hewan itu berbeda-beda.
Lucunya, ada pula kambing yang dikalungi batangan bambu atau kayu yang melintang. Ternyata, tujuannya agar kambing-kambing itu tidak memasuki pagar warga. "Kayu itu tidak akan lolos di celah pagar," kata Pak Man.
Kearifan lokal yang sederhana, namun tepat guna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar