Kamis, 26 Februari 2015

Sepak Bola Membelah Kaum Berada dan Miskin di Argentina

Superclasico adalah julukan yang diberikan kepada pertandingan sepak bola antara Boca Juniors dan River Plate.

Sepak Bola Membelah Kaum Berada dan Miskin di ArgentinaSepak bola Argentina (Foto: duniasoccer.com)
Di mana-mana perbedaan kelas sosial selalu rawan memicu konflik. Diferensiasi yang menyertainya bisa memicu terjadinya benturan.
Argentina tidak bisa menghindarinya. Malah, potensi gesekan biasanya membesar ketika laga Superclasico digelar.
Superclasico adalah julukan yang diberikan kepada pertandingan sepak bola antara Boca Juniors dan River Plate. Dua klub ini merupakan tim terbesar di Argentina yang sama-sama berbasis di Buenos Aires. Namun, meski sama-sama berdomisili di ibukota, para pendukungnya tersebar di seantero Negeri Tango. 
Menurut survei yang dilakukan oleh La Nacion pada 2006, sekitar 70% penggemar sepak bola di Argentina mendukung satu di antara Boca atau River.
Tidak heran, ketika Superclasico berlangsung, “alarm keamanan”  berdering di seluruh Argentina. Pasalnya, masyarakat Negeri Tango ibarat terbelah menjadi dua dan saling berhadapan. Saking tinggi tensi laga, pada April 2004, The Observer dari Inggris menempatkan Superclasico sebagai pemuncak dalam daftar 50 perhelatan olahraga yang wajib ditonton sebelum mati. “Suasana hari derby di Buenos Aires membuat Old Firm Derby (duel antara Rangers FC dan Celtic FC di Glasgow, Skotlandia) bagaikan laga persahabatan sebuah sekolah dasar,” demikian tulis The Observer.
Hawa panas Superclasico muncul karena gairah yang sedemikian besar dari pendukung Boca dan River. Passion itu dipicu oleh perbedaan kelas sosial di antara suporter kedua kubu. River dikenal sebagai klub kaum berada di Argentina. Mereka pun mendapat julukan Los Millonarois alias sang miliuner. Sementara itu, Boca merupakan klub milik kelas pekerja di Argentina. Julukan Bosteros– Manusia Pupuk– melekat kepada Boca.
Perbedaan status sosial ini semakin rucing karena kedua klub kerap bersaing dalam perebutan juara Liga Argentina. River dan Boca berlomba untuk memegang status sebagai klub tersukses di Negeri Tango, sehingga persaingan bertambah sengit.
Saat pertandingan berlangsung, suporter kedua kubu saling ledek dan mengkreasi koreografi untuk memperlihatkan dukungan besar. Suasana panas tidak hanya terjadi di dalam stadion. Di seluruh Argentina, tensi ikut meninggi ketika Superclasico berlangsung. Imbasnya, beberapa konflik berdarah terjadi. Insiden paling fatal ialah Tragedi Puerta 12 pada 23 Juni 1968. Sebanyak 71 orang meninggal dan 150 cedera ketika terjadi kekacauan di Pintu 12 di kandang River, Stadion El Monumental.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar